Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Neng balikin helm nya Neng :D

"Mas makasih ya" atau "Nuhun ya a" itu kalimat terakhir yang diucapin para penumpang kepada kami para ojek online. Sayapun menjawab "sama-sama, sami-sami, atau sawangsulna neng" sambil tersenyum senang, karena menerima bayaran dan biasanya kalo cewe yang cantik, baik hati dan tidak sombong hee, biasanya sering ngasih tips lebih :) #kode keras Tapi sayang, kadang para penumpang khususnya cewe biasanya lupa ngembaliin helm entah banyak yang dipikirin, tepar atau grogi ampe lupa mengembalikan helm. 'Jol ngaleos' kalo di istilah sunda, yang artinya langsung pergi gitu aja, padahal helm nya masih dipake. "Neng punten helmnya neng" sahutku. Sambil berjalan Iapun membalikkan badan dan terkaget, "Eh iya, ini helm nya mas, maaf lupa hee" Sambil tersenyum malu. Terkadang ada beberapa cewe yang sampai tertawa, mungkin ini momen memalukan yang ia alami.  "Teu nanaon neng" (ga apa-apa neng) Asal jangan hati neng aja yang lu...

Ciri Khas Driver Grabbike Beraksi

Ya salam satu aspal kawan hee. Ini hanya kesimpulan pribadi dari survey selama di perjalanan. Ciri-ciri driver online /Grabike dan tidak 100% benar hee.  Driver Grab biasanya pake masker atau buff, ada botol minuman di bagasinya, biasanya pake sarung tangan untuk pelindung tangan juga pake headset sebagai alat bantu navigasi dan alert alarm bunyi order, pastinya bawa helm 2, ada yang helmnya digantung, ada yang disimpan dibelakang jok, juga ada yang sengaja disalip lengan kanan/kiri, ada yang motornya punya tempat khusus atau bagasi helm. Dan itupun ciri ciri saya, soalnya saya juga driver atau ojek online Grab, alhamdulilah :)

Rumus Driver Online

*Tempat Keramaian = Banyak Penumpang Misalkan mall, supermarket, rumah sakit, kampus, sekolah, stasiun atau terminal dan saat ada event event tertentu. Tapi khusus pagi pagi di jam sibuk jam 6 - jam9 lebih baik stand by atau mangkal daerah kompleks perumahan, pasti banyak yang membutuhkan untuk pergi ke sekolah kuliah atau bekerja.  *Utamakan keselamatan bukan kecepatan Sebetulnya ini kalimat yang sering kita lihat di rambu rambu lalu lintas. Himbauan dari kepolisian berlaku untuk setiap pengendara, benar adanya nasehat tersebut, terkadang kita setelah mendapat penumpang ingin cepat cepat mengantarkannya sampai ke tujuan untuk pencapaian target sehingga terkadang lupa dan mengabaikan keselamatan. Sebetulnya setelah kita dapat order kita utamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran di perjalanan. *Patuhi marka atau tanda jalan Demi keselamatan juga, tanda tanda seperti stop, dilarang parkir, jangan masuk jalur ini, tidak boleh putar balik, belok kiri langsung, dan lainnya....

Momen Deg Degan

Di kota atau suatu daerah, ada beberapa wilayah yang sebaiknya dihindari untuk ojek online masuk ke tempat tersebut. Istilahnya adalah zona merah, tidak aman, bisa jadi dikarenakan ada 'opang' ojek pangkalan di daerah tersebut yang melarang keras ojek online untuk masuk. Dan biasanya pihak Grab selalu menginformasikan lokasi atau titik zona merah tsb saat trainning. Atau kita selalu dapat info lewat grup whatssapp atau social media komunitas grab. Suatu hari, saya pernah dapat orderan dengan tujuan zona merah. Berat hati ingin menolaknya agar cari aman. Dan saya bertanya dulu ke penumpang soal lokasi rawan tsb. Alhamdulillah iapun maklum dan tau jalur khusus agar bisa aman lewat jalan itu. Juga kali kedua saya dapat orderan tujuannya zona merah. Alhamdulillah nya itu grab ekspress mengantar jus dari pasar ke konter buah. Berikutnya lagi saya dapat tujuan lokasi bahaya zona merah, kali ini alhamdulillah hanya mengantar Setelan Jas Casual Resmi dari sebuah komplek. Dan bersyu...

Modal atau Pengeluaran

Ya setiap pekerjaan atau usaha pasti ada saja sedikitnya modal yang dikeluarkan.  Modalnya lebih ke biaya operasional. Untuk hariannya kita mesti punya jatah isi bensin. Dan juga kalo tidak bekal makan dan minum dari rumah, kita mesti siapin uang untuk jajan istirahat. Seperti roko atau kopi. Biaya mingguannya, nyiapin dana untuk isi top up kredit grab sedangkan biaya bulanan lebih ke pulsa dan atau saldo internet agar sinyal dan komunikasi tetap lancar. Dan untuk pertiga bulan saya siapkan dana buat service motor. Kalo dari peralatan seperti headset kadang 1 bulan sekali musti ganti. Mungkin karena kualitas headsetnya atau saya nya yang jorok.

Jadi hapal jalan

Setiap hari kerjaannya keliling keliling daerah dan kota, jadi lambat laun tahu hafal jalan-jalan sekitar, nama nama gang, juga jalur tikus anti kemacetan hee. Itu dia untungnya kerja sambil jalan jalan. Jadi setidaknya kalo ada yang nanya jalan atau minta anter baik teman saudara atau orang lain sekalipun, kita bisa membantu mereka. :D

Menjaga Kesehatan dan Fisik

Perlu perbekalan minum yang cukup biar ga dehidrasi atau kekurangan cairan, karena dijalan pasti selalu bertemu yang namanya panas dan macet. Fisik pun harus dijaga, kalo pagi biasakan sarapan atau sekedar ngemil, misalnya pisang goreng, mantap ya hee. Biar tubuh kita berenergi dan memastikan kita siap dan kuat di perjalanan. Memang kita berangkat di rumah mencari rezeki yang berkah untuk keluarga. Tapi di sisi lain kita juga harus peduli pada kesehatan tubuh kita. Karena itu adalah aset untuk kita agar tetap aktif produktif bekerja kawan.  :D

Untungnya jadi driver Grabbike

Lumayan ada beberapa keuntungan  materi jadi ojek online Grab atau driver Grabike. Ini menurut pendapat saya pribadi. Setiap hari dapat uang, baik cash atau non tunai (masuk ke rekening). Dompet selalu berisi , tidak selalu harus awal bulan hee. Ada penghasilan mingguan yang cair dan bisa diambil di atm dari bonus insentif hasil pencapaian target jumlah penumpang harian.  Trus setiap hari bisa saja dapat rezeki tak disangka sangka, atau tak terduga. Tips-tips atau 'uang lebih' dari para penumpang yang tulus dan baik hati :D  Dan setidaknya walau sedikit, pasti ada uang yang bisa disisihkan untuk menabung. Tapi tetap semua itu bisa didapat asalkan kita rajin dan selalu berdoa berikhtiar sebagai driver grabike. Semangat !

Mengelus Dada, Bersabar

Terkadang sudah beberapa jam keliling ke sana kemari dari tempat ke tempat, trus ga ada satupun orderan yang masuk disitu kesabaran kita diuji. Atau menunggu lama, nongkrong di satu titik keramaian beberapa menit hampir setengah jam, tidak ada yang masuk juga orderan. Malah driver lain yang cuman numpang lewat yang dapat. Disitulah kita harus paham, bahwa Rezeki sudah ada yang ngatur, ga mungkin tertukar atau salah kamar. Tetap bersabar dan ikhtiar kawan :) Pasti ada penumpang.

Kelebihan Aplikasi Grab

Saya merasa beruntung jadi driver grab, karena aplikasi nya pun bagus berkualitas dengan tampilan yang simpel dan mudah dipahami, kita bisa melihat riwayat perjalanan harian secara detail berdasarkan tanggal hari dan jamnya. Dan adapula heatmap, yang menginformasikan kepada para driver, lokasi mana saja yang sedang banyak dibutuhkan penumpang. 

Grab Express

Grab Express, ini aplikasi grab untuk konsumen yang ingin mengirim atau mengantarkan barang melalui driver grab, kalo dalam aplikasi tetangga, gojek biasa disebut gosend. Disini kita harus siap mental dan fisik, karena kita tidak tau barang apa yang akan kita antar. Untuk pengalaman saya pribadi, saya pernah mengantar alat kosmetik , amplop rahasia, print-an cetakan sendal, daging beberapa kilo untuk dikirim ke warteg, jas casual resmi yang mahal, bahan meubeul, tugas sekolah, dan bawa excel lemari plus helm. Seru nya itu pas harus angkut barang nya, mesti pelan pelan biar dipastikan barang titipan aman dan selamat sampai tujuan.

Terenyuh & Bersyukur

Pada hari itu saya menerima orderan seorang bapa bapa, dan ternyata beliau tidak bisa melihat alias buta. Saya sungguh terenyuh melihatnya, walau dalam kondisi cacat dia masih semangat bekerja. Ia minta diantara ke kantor pusat sebuah bank terbesar di Indonesia. Dan ternyata dia bekerja disitu, setibanya disana banyak orang menyambutnya dengan baik.

Penumpang yang mengantuk dan tertidur

Saya menunggu orderan di depan supermarket yang cukup ramai di bandung. Eh yang masuk malah orderan di daerah komplek yang tidak jauh dari situ. Anak SMA Remaja putri yang habis kumpul bersama teman temannya sepulang sekolah. Pulang ke.rumahnya, tapi sayang daerah menuju rumahnya adalah jalur yang sering macet ramai sepanjang jalan. Iapun berbaik hati menujukan jalan tikus yang bisa cepat sampai tujuan tanpa lewat jalur macet. Sayapun pada saat itu sengaja mematikan gps dan mengandalkan arah dari gadis sma ini. Tak disangka dipertengahan jalan ia terdiam berhenti memberi petunjuk jalan, eh ternyata iapun mengantuk dan tertidur. Saya spontan kebingungan kehilangan arah.  Duh ini gimana, kemana nih wkwkwk "Neng, bangun neng. Ngantuk ya, maaf nih dibangunin cos saya ga tau daerah sini hee" " Iya a, gpp saya kecapean tepar " :D

Penumpang Minta Ngebut :D

Pagi itu saya berhasil mengantar satu penumpang. Setelah sampai ditujuan saya berdiam dulu sejenak menunggu orderan baru masuk sambil ngobrol ringan dengan pegawai kantor disana. Dan benar saja, langsung masuk orderan baru, seorang gadis duduk menunggu saya datang, ia adalah pegawai hotel, dan untuk pertama kalinya saya dapat permintaan dari penumpang untuk mengebut. Sepertinya ia tak ingin datang terlambat. Maklum juga soalnya jalur menuju tempatnya kerja banyak stopan yang cukup lama. Alhamdulillah nya saya tau jalur cepat tanpa harus ngebut hee. "Mas ngebut ya mas, saya buru buru!" Wouuww emejing, Okay neng, cabuutttt :D

Memilih Kerja Jadi Ojek Online

Sebelumnya saya bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan retail distro di bandung sebagai staff adminstrasi. Setelah cukup lama beberapa tahun bekerja, saya mulai merasa jenuh, bosan dengan kerjaan itu itu aja, ketemu dengan orang itu itu lagi, hanya duduk di depan  komputer dan input data. Dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, seperti itu setiap harinya. Saya mulai berpikir dan berencana untuk usaha online seperti yang dilakukan saudara saudara sepupuku yang sukses berjualan online. Tapi itulah saya, hanya berencana tanpa aksi, berdalih dengan segudang alasan dan menunda-nunda.  Hingga pada akhir ramadhan, saya memantapkan diri untuk keluar berhenti bekerja (resign). Dengan thr dari perusahaan sebagai bekal untuk modal mencari kerja dan dagang kecil kecilan. Dan beberapa hari sebelum resign, yang terpikir pada saat itu adalah GRAB , ya,  transportasi online yang sedang ramai di Bandung. Karena sering liat iklan di internet social media dan youtube. Akhir...