Langsung ke konten utama

Memilih Kerja Jadi Ojek Online

Sebelumnya saya bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan retail distro di bandung sebagai staff adminstrasi.

Setelah cukup lama beberapa tahun bekerja, saya mulai merasa jenuh, bosan dengan kerjaan itu itu aja, ketemu dengan orang itu itu lagi, hanya duduk di depan  komputer dan input data. Dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, seperti itu setiap harinya.

Saya mulai berpikir dan berencana untuk usaha online seperti yang dilakukan saudara saudara sepupuku yang sukses berjualan online. Tapi itulah saya, hanya berencana tanpa aksi, berdalih dengan segudang alasan dan menunda-nunda. 

Hingga pada akhir ramadhan, saya memantapkan diri untuk keluar berhenti bekerja (resign). Dengan thr dari perusahaan sebagai bekal untuk modal mencari kerja dan dagang kecil kecilan.

Dan beberapa hari sebelum resign, yang terpikir pada saat itu adalah GRAB, ya,  transportasi online yang sedang ramai di Bandung. Karena sering liat iklan di internet social media dan youtube. Akhirnya saya tertarik dan memberanikan diri daftar jadi mitra grab sebagai sopir motor atau driver online (Grab Bike).

Lokasinya di Gateaway Pasteur Bandung, dengan persyaratan cukup mudah : motor diatas tahun 2008, ktp, sim c,stnk, skck dan buku rekening cimb niaga. Semua persyaratan tersebut harus asli aktif atau masih berlaku, untuk difoto lalu diupload ke database sebagai data di kantor pusat grab.

Untuk skck saya belum pernah punya, jadi saya langsung membuatnya di kantor polisi dengan biaya 30ribu, dan rekening cimb niaga saya buat langsung di kantornya di jalan asia afrika bandung, dengan minimal saldo 20ribu rupiah saja.

Pada waktu daftar sebetulnya saya masih bingung dengan prosuder dan sistem pembayarannya, tapi alhamdulillah setelah training selama kurang lebih 2 jam. Akhirnya saya mulai mengerti dan penasaran pengen cepet nyoba aplikasi. Sebagai Driver GrabBike Bandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grab Express

Grab Express, ini aplikasi grab untuk konsumen yang ingin mengirim atau mengantarkan barang melalui driver grab, kalo dalam aplikasi tetangga, gojek biasa disebut gosend. Disini kita harus siap mental dan fisik, karena kita tidak tau barang apa yang akan kita antar. Untuk pengalaman saya pribadi, saya pernah mengantar alat kosmetik , amplop rahasia, print-an cetakan sendal, daging beberapa kilo untuk dikirim ke warteg, jas casual resmi yang mahal, bahan meubeul, tugas sekolah, dan bawa excel lemari plus helm. Seru nya itu pas harus angkut barang nya, mesti pelan pelan biar dipastikan barang titipan aman dan selamat sampai tujuan.

Rumus Driver Online

*Tempat Keramaian = Banyak Penumpang Misalkan mall, supermarket, rumah sakit, kampus, sekolah, stasiun atau terminal dan saat ada event event tertentu. Tapi khusus pagi pagi di jam sibuk jam 6 - jam9 lebih baik stand by atau mangkal daerah kompleks perumahan, pasti banyak yang membutuhkan untuk pergi ke sekolah kuliah atau bekerja.  *Utamakan keselamatan bukan kecepatan Sebetulnya ini kalimat yang sering kita lihat di rambu rambu lalu lintas. Himbauan dari kepolisian berlaku untuk setiap pengendara, benar adanya nasehat tersebut, terkadang kita setelah mendapat penumpang ingin cepat cepat mengantarkannya sampai ke tujuan untuk pencapaian target sehingga terkadang lupa dan mengabaikan keselamatan. Sebetulnya setelah kita dapat order kita utamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran di perjalanan. *Patuhi marka atau tanda jalan Demi keselamatan juga, tanda tanda seperti stop, dilarang parkir, jangan masuk jalur ini, tidak boleh putar balik, belok kiri langsung, dan lainnya....

Modal atau Pengeluaran

Ya setiap pekerjaan atau usaha pasti ada saja sedikitnya modal yang dikeluarkan.  Modalnya lebih ke biaya operasional. Untuk hariannya kita mesti punya jatah isi bensin. Dan juga kalo tidak bekal makan dan minum dari rumah, kita mesti siapin uang untuk jajan istirahat. Seperti roko atau kopi. Biaya mingguannya, nyiapin dana untuk isi top up kredit grab sedangkan biaya bulanan lebih ke pulsa dan atau saldo internet agar sinyal dan komunikasi tetap lancar. Dan untuk pertiga bulan saya siapkan dana buat service motor. Kalo dari peralatan seperti headset kadang 1 bulan sekali musti ganti. Mungkin karena kualitas headsetnya atau saya nya yang jorok.